Gejala dan Pengobatan Sipilis Pada Pria
Sipilis Pada Pria - Sebagian besar
orang pasti sudah mengetahui atau setidaknya pernah mendengar tentang penyakit
sipilis, namun tentu sedikit sekali yang mengetahui dengan jelas gejala-gejala
penyakit ini. Pengobatan penyakit sipilis
pada pria sebetulnya tidak berbeda jauh dengan pengobatan penyakit sipilis
pada wanita, namun jika penyakit ini tidak diobati atau pengobatan tidak
dilakukan hingga tuntas dapat membuat penyakit sipilis berkembang dalam empat
tahap (primer, sekunder, laten, dan tahap akhir), tiap tahap menunjukan gejala yang
berbeda-beda.
Gejala dari penyakit sipilis pada tahap primer biasanya berkembang
dalam kurun waktu antara 10 sampai 90 hari sejak
pertama kali terinfeksi, dan yang paling sering adalah setelah sekitar tiga minggu. Gejala umum biasanya tanpa ada rasa sakit dan terlihat adanya bengkak pada kulit
yang seringkali berujung menjadi sebuah luka. Bengkak yang nampak seperti bentol pada kulit
terjadi pada bagian tubuh yang terkena infeksi, dan itu biasanya terjadi pada vagina, penis, anus atau dubur. Pengobatan
penyakit sipilis pada pria pada
tahap awal ini seringkali tidak dilakukan, sehingga orang tersebut dapat
menularkannya pada orang lain atau kepada pasangannya, baik dengan ia sadari maupun
tanpa ia sadari.
Adapun
gejala pada tahap sekunder adalah timbulnya bagian yang kasar, ruam coklat kemerahan serta bintik pada bagian
telapak tangan dan juga telapak kaki. Ruam tersebut dapat berkembang serta berpindah pada tubuh bagian lain, termasuk pada bagian leher dan dada. Ruam yang muncul akibat penyakit sipilis biasanya tidak terlalu mengganggu dan seringkali serupa dengan ruam akibat penyakit lain. Meski dengan gejala seperti ini, pengobatan
penyakit sipilis pada pria sering masih
diabaikan dan akibatnya adalah selain bisa berkembang ke tahap lebih lanjut, si
penderita juga kadang belum sadar bahwa dirinya sudah terjangkit penyakit
sipilis, sehingga ia masih melakukan kontak fisik (hubungan badan) dengan orang
lain, dan hal ini tentu saja dapat menyebabkan penularan penyakit ini. Gejala-gejala lainnya yang kemungkinan muncul pada tahap sekunder antara lain pembengkakan kelenjar, rasa sakit
kepala, timbulnya
demam, rambut rontok, dan badan terasa tidak enak.
Pengobatan terhadap
penyakit sipilis benar-benar tidak dilakukan sama sekali saat seseorang sudah
terjangkit penyakit sipilis pada tahap ke 3 atau tahap laten (atau tersembunyi), sebab pada tahap laten
ini gejala yang berasal dari tahap primer
serta tahap
sekunder sudah tidak nampak
lagi. Selama
tahap laten, seseorang sama sekali tidak menunjukan gejala penyakit sipilis
namun ia masih memiliki bakteri atau kuman sipilis di tubuhnya sehingga masih bisa terus
menularkan penyakit ini kepada orang lain.
Meski
pengobatan penyakit sipilis pada pria tidak
dilakukan sama sekali, gejala yang timbul pada sebagian besar pria tidak pernah berlanjut ke tahap akhir atau sering juga disebut dengan tahap penyakit
sipilis tersier. Tahap akhir dapat terjadi antara
10 hingga 20 tahun lebih, setelah seseorang pertama kali
terjangkit penyakit ini. Namun kerusakan yang
cukup serius dapat
terjadi pada organ-organ tubuh seperti pada jantung, otak, dan sistem saraf. Gejala tersebut bisa berupa kelumpuhan, kebutaan, serta menurun atau hilangnya fungsi mental. Saat seorang pria sadar bahwa dia terjangkit
penyakit sipilis, pasti akan cukup sulit untuk menyampaikan hal itu kepada
pasangan (istri) nya. Cara yang paling tepat dan bijaksana adalah berterus
terang, karena mungkin saat si pria menyadari dia sudah terjangkit sipilis, si
istri juga sudah tertular olehnya, jadi jika ia berterus terang, mereka bisa
melakukan pengobatan secara bersama-sama.